Quiz Komunikasi

GRATIS 2 Buku The Art of Communication karya Muchlis Anwar untuk 2 pemenang (PLUS pulsa @ Rp. 50.000)

Untuk teman-teman yang tertarik dengan komunikasi, kami mengajak anda untuk berbagi pengalaman. Dalam aktifitas anda setiap hari tentu ada orang-orang spesial yang menurut anda paling enak diajak bicara/ngobrol. Silahkan berbagi jawaban anda di Quiz ini.

Diverse business group meeting
Jawab pertanyaan berikut di kolom komentar :
1. Sebutkan 3 tipe orang yang paling enak diajak bicara, berikan sedikit alasannya.
2. Jawaban-jawaban terbaik akan diundi untuk penentuan pemenang.
3. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
4. Selamat mengikuti, semoga beruntung.

 

 

Pengumuman pemenang : 11 Maret 2015

Setelah melakukan pengundian untuk menjamin objektivitas, maka pemenangnya kali ini adalah :

1. Kania Ningsih

2. Sekartaji

Selamat kepada kedua pemenang. Ucapan terimakasih juga buat sahabat-sahabat yang sudah berpartisipasi di Quiz ini.

kepada pemenang mohon mengirimkan alamat lengkap dan no telpon. di info@seniberbicara.com atau seniberbicara@gmail.com

5 comments

  • budi

    1. a. orang yg memiliki pengetahuan luas, saat bicara tidak menggurui tapi selalu mengayomi dengan sabar dan pengertian
    2. orang yang memiliki gaya komunikasi luwes / tidak kaku.
    3. humoris.

  • kanianingsih

    3 orang yg paling enak dijaka bicara
    1. yang mau mendengarkan kalau kita lagi bicara sampai selesai dan tidak menyela.
    2. Yang bisa memberikan masukan positif dengan lemah lembut dan mengademkan jiwa.
    3. Yang bisa bikin ketawa tapi tidak melulu ngelawak . pembicaraan yang serius menjadi tak menegangkan

  • Yose Rizal Triarto

    Orang yang paling enak diajak bicara oleh saya, tentu ini adalah perihal subyektivitas pribadi menurut saya. Karena belum tentu orang yang menurut saya enak diajak bicara, enak juga diajak bicara juga oleh orang lain. Contohnya seperti ini, saat saya tidak begitu tertarik berbicara dengan orang yang suka tentang musik rock, mungkin dikarenakan pengetahuan saya akan aliran musik tersebut masih minim, namun ternyata orang tersebut amat menyenangkan menurut teman saya yang keduanya sama-sama suka dengan musik rock. Tapi kalau diajak berbicara tentang tulis-menulis, pendidikan, politik, sosial dan budaya pasti saya akan sangat nyambung. Nah, jadi terlepas soal suka dan tidak suka adalah perihal subyektivitas murni dari pendengar dan pembicara, menurut hemat saya, paling tidak ada tiga syarat yang perlu dipenuhi dan dipahami untuk bisa disebut orang yang paling enak diajak bicara yakni:

    1. Pembicara dan pendengar, satu sama lain harus memiliki posisi dan kenyamanan (be confortable and equal) yang setara di dalam benak masing-masing. Tidak ada yang merasa lebih pintar atau ingin mendominasi arah pembicaraan sepihak. Sebaliknya, tiap pihak, baik pembicara dan pendengar, memiliki satu keinginan dan kebutuhan yang sama untuk berbicara dan didengarkan. Tentu akan sangat tidak menyenangkan bila salah satu pihak tidak nyaman mendengarkan hanya karena keharusan mendengar arah pembicaraan yang sepihak atau yang ingin mendominasi/merasa lebih tinggi posisinya dalam berbicara.
    2. Pembicara dan pendengar, satu sama lain haruslah memiliki keingintahuan atau keinginan (same interest and passion) akan satu topik yang kurang lebihnya sama. Semisal tentang bola, olahraga, dsb. Apabila tidak memiliki keingintahuan atau keinginan yang tidak sama, paling tidak salah satu pihak, baik pembicara atau pendengar, harus mau membuka diri, mendengarkan dengan baik, antusias, penuh rasa ingin tahu, dan belajar akan topik-topik baru yang sedang dan akan dibicarakan.
    3. Pembicara dan pendengar, satu sama lain haruslah memiliki pengertian dan memahami (be honest and understand) kapan harus memulai dan kapan harus mengakhiri pembicaraan. Harus memahami kapan waktu untuk berbicara dan kapan waktu untuk mendengarkan. Jika tidak, maka arah pembicaraan tak ubahnya seperti debat kusir jika kedua belah pihak saling berargumen tak mau kalah, atau tak ubahnya seperti menonton pertunjukan drama, jika salah satu pihak terus-terus hanya berbicara atau hanya mendengarkan saja.

    Yose Rizal Triarto S.Si, Penulis buku Bumi dan Manusia, Pengajar dan Pengelola LBB+ Prestasi Utama Yogyakarta

  • Lidya

    1. Orang yang fokus terhadap topik yang sedang kita bahas, tidak mengalihkan pembicaraan ke arah lain saat kita sedang membahas sesuatu dan mau mendengarkan dengan serius
    2. Orang yang memiliki pengetahuan luas terhadap hal yang sedang di bicarakan sehingga kita bisa saling share & mendapat tambahan pengetahuan tentang topik yang sedang dibahas
    3. Orang yang tau kapan ia harus menyela pembicaraan, kapan ia harus mendengar, dan kapan ia harus memberi pendapat sehingga kita tidak merasa di gurui atau tidak dihiraukan.

  • sekartaji

    1. Orang yang punya wawasan luas. Dengan wawasan yg luas, kita jadi enak ngomongin hal apa aja ke dia. Nyambung.

    2. Orang yang punya ketertarikan yg sama kayak kita. Misalnya, kita tertarik sama semua hal berbau bola, dan dia juga tertarik, maka ngomongin hal bola pun terasa lebih enak & nyaman.

    3. Orang yang gak sok tau, kalau gak tau mending diem. Sebel kan kalau orang yg diajak ngomong sok tau? Kalau enggak tau mending diem & dengerin aja!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *